Gawat, Persediaan Uang PBB Mungkin Hanya Bertahan sampai Akhir Oktober 2019

Anton Suhartono
Antonio Guterres (Foto: AFP)

NEW YORK, iNews.id - Kabar buruk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Organisasi perdamaian dunia yang bermarkas di New York, Amerika Serikat, itu mengalami defisit anggaran hingga 230 juta dolar AS atau sekitar Rp3,2 triliun.

Sekjen Antonio Guterres bahkan mengatakan, persediaan keuangan organisasinya kmungkinan hanya bertahan hingga akhir Oktober 2019.

Dalam surat yang ditujukan kepada 37.000 karyawan Sekretariat PBB, Senin (7/10/2019), Guterres mengungkap pihaknya terpaksa menerapkan langkah-langkah untuk menyelamatkan organisasi.

(Markas Pusat PBB di New York/AFP)

"Negara-negara anggota hanya membayar 70 persen dari total yang diperlukan untuk operasional rutin kami pada 2019. Ini berarti ada kekurangan sebesar 230 juta dolar AS pada akhir September. Kami menjalankan rencana cadangan likuiditas pada akhir bulan ini," demikian isi surat, yang juga ditunjukkan seorang sumber kepada AFP.

Guterres mengatakan, untuk mengurangi beban biaya, organisasi menerapkan langkah penghematan seperti menunda konferensi dan pertemuan-pertemuan, serta mengurangi program layanan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
9 hari lalu

6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan

12 hari lalu

Trump Dilaporkan Dukung Presiden FIFA Infantino Jadi Sekjen PBB, Gantikan Guterres

3 bulan lalu

Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, PBB Desak Israel Hentikan Serangan

4 bulan lalu

Menlu Sugiono Desak DK PBB Gelar Rapat Darurat usai 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal