Gedung Putih: Uranium Iran Mungkin Terkubur Beberapa Kilometer akibat Serangan AS

Anton Suhartono
Karoline Leavitt menepis laporan yang menyebutkan Iran berhasil memindahkan uranium sebelum serangan AS (Foto: AP)

Wakil Presiden AS JD Vance juga memberikan tanggapan, menyatakan bahwa pemerintahan Washington akan bekerja dalam beberapa pekan ke depan untuk menentukan tindakan terhadap bahan nuklir tersebut. “Kami akan bekerja dalam beberapa pekan mendatang untuk memastikan apa yang akan dilakukan dengan bahan bakar (nuklir/uranium) itu,” katanya kepada ABC News.

Sementara itu, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengonfirmasi lembaganya kehilangan akses pemantauan terhadap uranium Iran sejak konflik meletus. Meski demikian, dia menolak berspekulasi mengenai nasib uranium tersebut.

“IAEA kehilangan visibilitas pada materi ini saat permusuhan dimulai. Saya tidak ingin memberi kesan bahwa itu telah hilang atau disembunyikan,” jelas Grossi dalam wawancara dengan France 2.

Ketidakpastian mengenai posisi dan kondisi uranium Iran menambah ketegangan internasional terkait proliferasi nuklir dan stabilitas di kawasan Timur Tengah. Serangan terhadap fasilitas nuklir Iran oleh AS disebut sebagai langkah untuk menunda, bukan menghentikan, kemajuan program nuklir Teheran, yang telah lama menjadi sumber kekhawatiran negara-negara Barat dan sekutunya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

Trump Klaim Iran Setuju Fasilitas Nuklirnya Diperiksa

57 tahun lalu

Heboh! Mobil Bermesin Pesawat Bom Nuklir Nyaris Dilelang, Tenaganya Tembus 6.930 Tenaga kuda

57 tahun lalu

Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal