Sebelumnya empat orang dilarikan ke rumah sakit dari kompleks Mal Aeon setelah proses pencarian korban berlangsung pada Selasa sore.
Operator Aeon menyatakan ledakan terjadi setelah karyawan dan pelanggan dievakuasi dari pusat perbelanjaan. Namun ternyata masih ada orang tertinggal di dalamnya. Bahkan disebutkan 20-30 orang hilang terjebak di dalam bangunan.
Juru bicara Aeon di kantor pusat Chiba, mengatakan berdasarkan keterangan dari petugas penanggung jawab di Kumamoto, semua orang telah dievakuasi. Penanggung jawab itu juga mengatakan ledakan terjadi lebih dari 30 menit setelah semua orang dievakuasi.
Kepolisian prefektur menyatakan, sekitar 200 orang dievakuasi sebelum ledakan terjadi, namun banyak lainnya dikhawatirkan terjebak di dalam gedung setelah lantai dua bangunan ambruk.
Seorang pekerja mal yang terjebak sempat menghubungi rekannya yang sudah dievakuasi bahwa masih banyak orang di dalam mal yang tak bisa keluar.
Gempa di Kumomoto memicu peringatan tsunami disertai perintah evakuasi, namun dicabut sekitar 1 jam setelah gempa utama terjadi. Sekitar 300.000 orang berada dalam perintah evakuasi ke penampungan sementara. Video terverifikasi yang beredar di media sosial memperlihatkan jalan retak serta jembatan ambruk. Ada pula bangunan yang rusak serta gedung-gedung bergoyang.