Gempur Saudi dengan 18 Drone Bersenjata, Houthi: Kami Siap Menyerang Lebih Keras Lagi

Ahmad Islamy Jamil
Kelompok milisi Houthi di Yaman. (Foto: Dok.)

Sementara, Kementerian Pertahanan Saudi pada hari ini menyatakan bakal mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi ekspor minyak kerajaan padang pasir itu.

“Serangan ini mengonfirmasi penolakan milisi Houthi terhadap semua upaya politik untuk mengakhiri krisis,” ujar Jubir Kemhan Saudi, Kolonel Turki al-Maliki, dalam sebuah pernyataan.

Arab Saudi dan Amerika Serikat sebelumnya mendesak Houthi untuk menerima inisiatif gencatan senjata—yang menurut Riyadh juga akan mencakup pembukaan kembali Bandara Sanaa dan mengizinkan impor bahan bakar dan makanan melalui Pelabuhan Hodeidah. Baik Sanaa maupun Hodeidah, keduanya berada di bawah kendali Houthi.

Namun, ketua negosiator Houthi menilai tawaran Saudi itu tidak memenuhi permintaan mereka untuk mencabut total blokade udara dan laut. Kedati demikian, kelompok itu akan terus berunding dengan Arab Saudi, Amerika Serikat, dan mediator Oman untuk mengejar tujuan kesepakatan damai.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
20 jam lalu

Pakta Pertahanan Makkah Mirip NATO, Turki Ungkap Cara 3 Negara Balas Serangan

24 jam lalu

Muncul 'NATO' Baru di Timur Tengah? Ini Isi Pakta Pertahanan Makkah

1 hari lalu

Turki: Pakta Pertahanan Makkah Bukan untuk Lawan Iran

2 hari lalu

Houthi Serang Arab Saudi, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal