JAKARTA, iNews.id - Dunia punya orang terkaya yang baru, yakni Jeff Bezos. Pada Jumat 27 Oktober 2017, pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Amazon.com itu resmi menggeser dominasi Bill Gates untuk kedua kalinya sebagai orang paling berduit.
Bezos didapuk sebagai orang terkaya di dunia setelah Amazon melaporkan pendapatan kuartal ketiga 2017 pada Kamis malam. Pendapatan Amazon mampu melampaui perkiraan para analis. Nilai kekayaan pria berusia 53 tahun itu kini mencapai USD90,6 miliar atau sekira Rp1.211 triliun.
Siapakah Jeff Bezos dan seperti apa masa lalunya sehingga bisa menjadi orang paling kaya di dunia di usia 53 tahun? Berikut penelusuran iNews.id yang menghimpun data dari berbagai sumber.
Pria kelahiran New Mexico, Amerika Serikat, pada Januari 1964 ini bisa dibilang bukan berasal dari keluarga harmonis. Ia diadopsi oleh seorang pria imigran asal Kuba, Mike Bezos, setelah ayah kandung yang merupakan seorang pekerja sirkus meninggalkannya. Sampai usia 10 tahun, ia tidak mengetahui bahwa sosok yang membesarkannya itu bukan ayah kandungnya.
Bezos sudah memperlihatkan sebagai sosok yang brilian sejak usia dini. Bayangkan saja, sejak balita ia sudah bisa membongkar tempat tidurnya sendiri lantaran dianggap tidak nyaman. Keterampilannya dalam mengotak-atik barang pun berlanjut hingga remaja. Selama 12 tahun ia tinggal bersama kakeknya di daerah perternakan di Texas. Di sana ia kerap memperbaiki kincir angin. Tidak cuma itu, tinggal di perternakan juga membuat Bezos terampil memelihara sapi.
Kakeknya, Preston Gise, ternyata menjadi sumber inspirasi bagi Bezos dalam usahanya melakukan pencarian intelektual. Di antara perkataan Gise yang masih diingat Bezos adalah, "Lebih sulit menjadi orang baik ketimbang menjadi pintar."
Cikal bakal orang sukses sosok Bezos juga bisa dilihat dari bagaimana dia menetapkan cita-cita. Pria jebolan Universitas Princeton itu pernah mengatakan kepada gurunya bahwa masa depan manusia sebenarnya bukan di bumi. Semasa kecil, Bezos sudah punya keinginan menjadi pengusaha di bidang ruang angkasa.
Cita-citanya pun terwujud, kini Bezos memiliki sebuah perusahaan eksplorasi ruang angkasa bernama Blue Origin. Salah satu yang memengaruhinya sehingga tertarik dengan dunia ruang angkasa tidak lain adalah film 'Star Trek'. Bezos jatuh cinta dengan Star Trek yang pertama kali ditayangkan. Bahkan ia pernah mempertimbangkan memberi nama perusahaannya menjadi Amazon MakeltSo.com. Nama ini mengambil referensi dari karakter Kapten Jean-Luc Picard.
Tak cuma cita-cita tinggi, sejak kecil Bezos juga suka dengan petualangan. Hal inilah yang membentuk karakter disiplin dan mandiri padanya.