Gila Kerja, PM Jepang Sanae Takaichi Ngeluh Kurang Tidur

Anton Suhartono
Sanae Takaichi menyampaikan pernyataan tak biasa, dia kelelahan dan kurang tidur (Foto: AP)

TOKYO, iNews.id - Perdana Menteri JepangSanae Takaichi menyampaikan pernyataan tak biasa kepada sesama politisi partainya. Perempuan pertama yang menjadi kepala pemerintahan Jepang itu mengaku kelelahan dan kurang tidur.

Pernyataan itu disampaikan Takaichi kepada politisi senior yang juga mantan Menteri perdagangan Jepang, Akira Amari, mereka bertemu di kantor perdana menteri, Kamis (23/4/2026). 

Amari juga dikenal sebagai ajudan dekat mendiang mantan Perdana Menteri Shinzo Abe.

"Saya butuh tidur lebih banyak," kata perempuan 65 tahun itu, sebagaimana dituturkan kembali Amari, dikutip dari Kyodo, Jumat (24/4/2026).

Takaichi pindah ke kediaman dinas perdana menteri pada akhir 2025 bersama suaminya. Rumahnya itu berjarak dekat dengan kantornya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Danantara Buka Opsi Impor KRL Bekas dari Jepang, Kebutuhan Kereta Mendesak

3 hari lalu

Hotel Kapsul Indonesia Mulai Bidik Jepang, Ini Alasannya!

4 hari lalu

Menhan Sjafrie Anugerahkan Satyalancana Dharma Samudera kepada Personel JMSDF yang Terlibat Tangani Karhutla

4 hari lalu

Jepang Akhiri Misi Karhutla di Kalimantan, Menhan Sjafrie Apresiasi dan Anugerahkan Tanda Kehormatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal