Selain pengiriman logistik, misi ini juga melibatkan relawan internasional dengan berbagai latar belakang. Dari Indonesia, relawan yang diberangkatkan terdiri dari tenaga medis, tim media, hingga personel yang bertugas dalam koordinasi lapangan.
Ketua Yayasan DT Peduli, Bascharul Asana, menegaskan, keterlibatan dalam misi kemanusiaan membawa tanggung jawab besar, tidak hanya secara teknis tetapi juga moral.
"Ini bukan sekadar perjalanan, tetapi amanah. Kami berpesan agar para relawan senantiasa menjaga niat serta membawa nama baik Indonesia dalam setiap peran yang dijalankan," ungkapnya.
Di tengah derasnya arus informasi global, keberlanjutan perhatian terhadap isu kemanusiaan di Gaza juga menjadi perhatian. Director of Impact and Civilization DT Peduli, Fahrizal Amir, menilai setiap bentuk dukungan memiliki arti dalam gerakan kolektif.
"Palestina adalah amanah bagi kita semua. Sekecil apa pun ikhtiar yang dilakukan, baik itu berbagi informasi, berdonasi, atau terlibat langsung, tetap memiliki makna," jelas Fahrizal.