Newsom mengutip pandangan kolumnis The New York Times, Thomas Friedman, yang menyebut kondisi tersebut semakin memperkuat label “negara apartheid”.
Saat ditanya apakah AS perlu meninjau ulang bantuan militernya ke Israel, Newsom tak menutup kemungkinan tersebut.
“Ini membuat hati saya hancur, tetapi kepemimpinan saat ini di Israel membawa kita ke jalan di mana Anda mungkin tidak punya pilihan selain mempertimbangkan hal itu,” ujarnya.
Israel selama ini menjadi penerima bantuan luar negeri terbesar dari AS sejak 1946, dengan dukungan bipartisan dari Partai Republik dan Demokrat. Namun, survei terbaru menunjukkan pergeseran opini publik, terutama di kalangan anak muda Amerika yang kini lebih bersimpati kepada Palestina.