Hadiah Nobel Kedokteran 2020 Jatuh ke 3 Peneliti Hepatisis C Asal AS dan Inggris

Anton Suhartono
(Dari kiri ke kanan) Charles M Rice, Harvey Alter, dan Michael Houghton, pemenang Hadiah Nobel Kedokteran 2020 (Foto: AFP)

Alter medapat apresiasi atas karya rintisannya pada 1970-an yang mempelajari terjadinya Hepatitis pada pasien yang telah mendapat transfusi darah, menentukan penyakit mereka bukanlah Hepatitis A atau B.

Sementara itu Houghton, bekerja di Universitas Alberta, mengembangkan kembali temuan Alter untuk mengisolasi urutan genetik virus baru. Sedangkan Rice (68) menyelesaikan teka-teki tersebut dengan menggunakan rekayasa genetika untuk membuktikan bahwa itu adalah strain baru Hepatitis C yang menyebabkan pasien jatuh sakit.

Rice, bekerja di Universitas Rockefeller, New York, menyebut penemuan-penemuan dasar ketiganya sebagai kisah sukses untuk ilmu biomedis.

"Kita menyaksikan contoh tindak lanjut yang luar biasa dari hal itu terkait dengan pandemi. Jumlah kelompok yang telah melangkah untuk menangani SARS-Covid-2, kecepatan di mana penemuan baru dibuat yang saya harapkan akan berdampak pada pengendalian pandemi, benar-benar mengejutkan," katanya.

Ketiganya akan berbagi hadiah senilai 10 juta kronor Swedia atau sekitar Rp16,5 miliar.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
22 jam lalu

Serang Iran Tanpa Izin Kongres, Menhan AS Pete Hegseth Dituduh Salah Gunakan Jabatan

23 jam lalu

Iran Gempur Kantor-Kantor Diplomatik AS di Timur Tengah, Nilai Kerusakan Capai Rp3,3 Triliun

23 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.696 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

1 hari lalu

Bukti Ganasnya Pembalasan Iran, Foto-Foto Kehancuran Pangkalan Militer AS Dirilis Media

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal