WASHINGTON, iNews.id - Invasi Rusia ke Ukraina sejak 2022 berdampak pada hampir 2 juta personel militer dari kedua pihak, demikian data lembaga think tank Amerika Serikat (AS), Center for Strategic and International Studies (CSIS), yang dirilis Selasa (27/1/2026).
Angka korban yang dihitung sejak pecahnya perang pada Februari 2022 hingga Desember 2025 tersebut termasuk tentara yang tewas, hilang, luka, maupun luka.
CSIS menyebut, Rusia paling banyak kehilangan personel militer yakni 325.000 orang tewas dari perkiraan total 1,2 juta korban sejak menginvasi Ukraina hampir 4 tahun lalu.
“Tidak ada kekuatan besar yang menderita jumlah korban atau kematian sebanyak ini dalam perang apa pun sejak Perang Dunia II,” bunyi pernyataan CSIS, seraya menambahkan kemajuan yang diperoleh Rusia di medan perang sangat lambat.
Kerugian yang diderita Ukraina tak kalah besar, yakni korban mencapai 500.000 hingga 600.000 personel. Sebanyak 100.000 hingga 140.000 di antarnya tewas.
“Jumlah korban gabungan Rusia dan Ukraina mungkin mencapai 1,8 juta dan bisa mencapai total 2 juta korban pada musim semi 2026,” kata CSIS.
Sebagai perbandingan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Februari 2025 mengatakan, militernya kehilangan hampir 46.000 tentara dan puluhan ribu lainnya hilang atau telah ditawan sejak perang 2022. Angka itu menurut perhitungan pengamat terlalu rendah.