Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu

Anton Suhartono
Donald Trump memerintahkan penyelidikan terhadap perusahaan minyak lantaran harga BBM di AS belum turun signifikan (Foto: AP)

Kemarahan Trump muncul setelah harga minyak global melemah menyusul pengumuman nota kesepahaman (MoU) perdamaian antara AS dan Iran pada awal pekan ini. Kesepahaman tersebut meningkatkan optimisme pasar terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Pada Selasa (23/6/2026), Trump mengatakan harga rata-rata BBM di seluruh wilayah AS memang telah turun sekitar 0,60 dolar AS per galon. Namun penurunan tersebut dinilai belum sebanding dengan anjloknya harga minyak mentah di pasar internasional.

Sementara itu, pekan lalu harga rata-rata BBM di AS turun ke bawah 4 dolar AS per galon untuk pertama kalinya sejak Maret. Penurunan terjadi setelah AS dan Iran mengumumkan kesepahaman draf MoU untuk mengakhiri perang serta memulihkan kelancaran pasokan energi melalui Selat Hormuz.

Meski demikian, Trump menilai konsumen AS seharusnya sudah menikmati harga bensin yang lebih murah. Oleh karena itu, pemerintahannya kini akan menelusuri apakah terdapat faktor lain, termasuk kemungkinan praktik perusahaan minyak, yang menyebabkan harga BBM belum turun sesuai ekspektasi pasar.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
8 jam lalu

Trump Ubah Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, Kanada Protes

24 jam lalu

Harga BBM Pertamina 28 Agustus 2026 Jelang Akhir Pekan, Lengkap di Seluruh Indonesia

2 hari lalu

Harga BBM Pertamina 27 Agustus 2026, Ada yang Naik?

3 hari lalu

Trump Kirim Proposal Perjanjian Nuklir AS-Saudi ke Kongres, Syaratnya Harus Berdamai dengan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal