Harga Minyak Dunia Mendidih di Tengah Memanasnya Konflik Houthi-Arab Saudi

Aditya Pratama
Harga minyak dunia naik di tengah eskalasi konflik Houthi-Arab Saudi dan ketegangan AS-Iran yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan. (Foto: AP)

CENTCOM juga menegaskan bahwa pasukan AS bersama mitra regionalnya mengendalikan Selat Hormuz.

"Komandan angkatan laut IRGC tidak memiliki angkatan laut," tulis CENTCOM dalam unggahan di platform X. 

Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi global. Ketegangan di kawasan tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pengiriman minyak dunia.

Sementara itu, pengelola dana lindung nilai sekaligus pedagang komoditas Paul Tudor Jones memperkirakan harga minyak masih berpotensi naik 20-25 dolar AS per barel akibat konflik AS dengan Iran.

Dia menambahkan, jika ada langkah untuk meredakan situasi, hal itu semestinya sudah dilakukan sebelum pemilihan paruh waktu di AS.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 hari lalu

Harga Minyak Mentah RI Naik Jadi 112,81 Dolar AS per Barel, Ini Pendorongnya

2 hari lalu

Pertamina Beli Minyak dari Sumur Rakyat, Bahlil Ungkap Harganya

2 hari lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Energi Rusia-Ukraina

3 hari lalu

Cerita Bahlil Lobi Beli Minyak ke Negara Afrika: Untung Kulitnya Sama dengan Saya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal