CENTCOM juga menegaskan bahwa pasukan AS bersama mitra regionalnya mengendalikan Selat Hormuz.
"Komandan angkatan laut IRGC tidak memiliki angkatan laut," tulis CENTCOM dalam unggahan di platform X.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi global. Ketegangan di kawasan tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pengiriman minyak dunia.
Sementara itu, pengelola dana lindung nilai sekaligus pedagang komoditas Paul Tudor Jones memperkirakan harga minyak masih berpotensi naik 20-25 dolar AS per barel akibat konflik AS dengan Iran.
Dia menambahkan, jika ada langkah untuk meredakan situasi, hal itu semestinya sudah dilakukan sebelum pemilihan paruh waktu di AS.