Hasil Pemilu 'Mengejutkan': Mengapa Lembaga Survei Australia Bisa Meleset?

Nathania Riris Michico
Pemimpin oposisi Bill Shorten (kiri) dan Perdana Menteri Scott Morrison saat Debat Para Pemimpin di National Press Club of Australia di Canberra. (FOTO: AFP)

Menurutnya, saat masih bersama Newspoll pada 2015, perusahaannya saat itu masih menggunakan probability sampling, yaitu sampel acak dari nomor telepon di seluruh Australia.

Sementara itu, Antony Green, analis Pemilu ternama di ABC, mengatakan saat ini lembaga survei lebih menggunakan nomor telepon genggam dan robocalls.

"Terjadi penurunan respon dari responden serta terjadi pula penurunan kualitas data," jelasnya.

Data media sosial lebih valid?

Seorang pakar pengolahan data dari Griffith University, Professor Bela Stantic, memberi prediksi yang berbeda dengan kebanyakan lembaga survei ternama.

Dia menyimpulkan bahwa Scott Morrison akan terpilih kembali sebagai PM Australia.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
24 hari lalu

Rekor Penerbangan Terpanjang, Pesawat Airbus A350 Terbang 24 Jam Nonstop Australia-Prancis

1 bulan lalu

Video Viral Turis Australia Siram WNA China gegara Buang Sampah Sembarangan di Pulau Padar

1 bulan lalu

Indonesia-Australia Tanda Tangani Kerja Sama Jaminan Produk Halal

2 bulan lalu

China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik usai Australia-Fiji Teken Kerja Sama Pertahanan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal