Hasil Scan Tunjukkan Para Diplomat AS di Kuba Alami Kelainan Otak

Nathania Riris Michico
Kedutaan AS di Havana. (FOTO: YAMIL LAGE / AFP / Getty Images)

Dari akhir 2016, diplomat yang ditempatkan di Havana dan beberapa anggota keluarga mereka menderita gejala yang tidak dapat dijelaskan; mulai dari keseimbangan dan vertigo hingga kurangnya koordinasi, gerakan mata yang tidak biasa, kegelisahan, dan gangguan penglihatan.

Amerika Serikat (AS) menarik sebagian besar personel diplomatiknya dari ibu kota Kuba pada September 2017. Menurut Verma, beberapa dari mereka sudah pulih dan kembali bekerja, namun yang lain masih menjalani rehabilitasi.

Pemerintah AS tidak pernah secara terbuka menjelaskan penyebab penyakit misterius itu. AS juga tidak mengonfirmasi atau membantah kemungkinan serangan menggunakan semacam senjata akustik, seperti yang dilaporkan beberapa media AS.

Kuba membantah semua tuduhan itu, yang juga memengaruhi setidaknya 14 warga Kanada. Kanada juga Ottawa menarik kembali sebagian besar diplomatnya dari Havana pada Januari.

Atas permintaan Departemen Luar Negeri, 44 diplomat dan anggota keluarga dikirim dari pertengahan 2017 ke pusat trauma otak UPenn untuk menjalani ujian MRI (magnetic resonance imaging).

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
27 hari lalu

Nah, Trump Repost Pesan Menlu AS Marco Rubio Bakal Pimpin Kuba

Internasional
1 bulan lalu

32 Warga Kuba Tewas akibat Serangan AS ke Venezuela termasuk Pengawal Presiden Maduro

Internasional
5 bulan lalu

Manajer Hotel di AS Dipenggal Anak Buah, Trump: Hukum Seberat-beratnya!

Internasional
1 tahun lalu

Presiden Argentina Pecat Menlu karena Dukung Pencabutan Sanksi terhadap Kuba di Sidang PBB

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal