Hasil Scan Tunjukkan Para Diplomat AS di Kuba Alami Kelainan Otak

Nathania Riris Michico
Kedutaan AS di Havana. (FOTO: YAMIL LAGE / AFP / Getty Images)

HAVANA, iNews.id - Hasil pemindaian otak terhadap sekitar 40 diplomat Amerika Serikat (AS) yang mengalami gejala saraf misterius di Kuba mengungkap adanya perbedaan yang siginifikan dibandingkan otak orang normal.

Hal itu terungkap dalam studi yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association dan dipimpin oleh para profesor di University of Pennsylvania (UPenn).

Studi itu tidak menyimpulkan soal penyebab gejala yang dialami para diplomat dari akhir 2016 hingga Mei 2018 tersebut. Namun, hasil scan menunjukkan otak para diplomat itu jauh lebih kecil dan tingkat konektivitas yang sangat rendah antara bagian-bagian otak yang berfungsi untuk penglihatan dan pendengaran.

"MRI dari pasien mengonfirmasi bahwa sesuatu terjadi pada otak orang-orang ini," kata Ragini Verma, profesor radiologi di UPenn dan rekan penulis penelitian, kepada AFP, Rabu (24/7/2019).

"Itu tidak bisa dibayangkan," katanya.

"Yang bisa saya katakan adalah bahwa ada kebenaran yang bisa ditemukan." 

Verma juga menambahkan, "Apa pun yang terjadi bukan karena kondisi yang sudah ada sebelumnya, karena kami mengujinya."

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
26 hari lalu

Nah, Trump Repost Pesan Menlu AS Marco Rubio Bakal Pimpin Kuba

Internasional
1 bulan lalu

32 Warga Kuba Tewas akibat Serangan AS ke Venezuela termasuk Pengawal Presiden Maduro

Internasional
5 bulan lalu

Manajer Hotel di AS Dipenggal Anak Buah, Trump: Hukum Seberat-beratnya!

Internasional
1 tahun lalu

Presiden Argentina Pecat Menlu karena Dukung Pencabutan Sanksi terhadap Kuba di Sidang PBB

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal