Heboh Pesan Singkat Singapura Autopsi Jenazah Pasien Covid, Begini Faktanya

Anton Suhartono
Singapura pastikan tak pernah mengautopsi jenazah pasien Covid-19 sebagaimana disebutkan dalam pesan singkat yang beredar di WhatsApp (Foto: Reuters)

SINGAPURA, iNews.id - Publik Singapura baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp bahwa ada perubahan protokol kesehatan terkait hasil autopsi terhadap jenazah korban Covid-19.

Kementerian Kesehatan Singapura (MoH) memastikan informasi tersebut tidak benar, seperti diberitakan The Straits Times, Senin (7/6/2021).

Pesan tersebut berisi, setelah melakukan autopsi, pihak berwenang Singapura mendapati fakta bahwa Covid-19 merupakan bakteri yang telah terpapar radiasi. Orang yang terpapar bakteri tersebut bisa mengalami pembekuan darah yang berujung kematian.

Masih disebutkan dalam pesan itu, MoH mengubah protokol pengobatan bagi pasien Covid-19 dengan memberi mereka aspirin sebagai pengganti dari penanganan yang berlangsung saat ini.

Pernyataan lain dalam pesan hoaks tersebut, dokter menyebut penyakit Covid-19 sebagai trik global.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 jam lalu

Kekayaan 50 Orang Terkaya Singapura Tembus Rp4.214 Triliun, Eduardo Saverin Tempati Posisi Puncak

4 hari lalu

Lawan Hoaks dan Disinformasi, Pemerintah Perkuat Koordinasi 8.000 Humas Kementerian/Lembaga

4 hari lalu

Menko Polkam: Kuasai Ruang Digital, Cegah Disinformasi, Fitnah dan Kebencian

9 hari lalu

Heboh Nasaruddin Umar Dikabarkan Mundur dari Menag, Kemenag: Hoaks!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal