Hubungan Trump-Putin (2): Tiba-Tiba Mengaku Tak Saling Kenal

Nathania Riris Michico
Presiden AS Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: AFP)

"Saya mengucapkan selamat atas kemenangannya, kemenangan pemilu," kata Trump.

"Kami mungkin akan bersama-sama dalam waktu tidak terlalu jauh, sehingga bisa mendiskusikan senjata, kami bisa mendiskusikan soal perlombaan senjata."

Saat mengucapkan selamat kepada Putin atas kemangannya melalui telepon, Trump tidak mengungkit kasus Skripal. Hal ini memicu berbagai pertanyaan tentang apakah presiden AS itu terlalu berpihak kepada Kremlin.

Pada awal Juni 2018 di KTT G7, Trump menyebut dirinya sebagai 'Mimpi Terburuk Rusia'. Namun secara bersamaan, dia meminta agar Rusia kembali ke G7 setelah diskorsing pada 2014 akibat mencaplok Semenanjung krimea dari Ukraina.

"Anda tahu, apakah Anda suka atau tidak, dan itu mungkin tidak benar secara politik, tetapi kami memiliki dunia untuk dijalankan. Dan di G7, yang dulunya adalah G8, mereka mengusir Rusia, mereka harus membiarkan Rusia kembali, karena kita harus memiliki Rusia di meja perundingan," kata Trump.

8. Pertemuan di Finlandia

Ketika pertemuan di Helsinki diumumkan pada akhir Juni, Putin menekankan pentingnya hubungan antara kedua negara. Dia mengklaim tidak pernah ingin berkonfrontasi dengan AS.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Trump Klaim AS Hanya Butuh Waktu 1 Jam Kalahkan Iran

Internasional
2 hari lalu

Trump Deklarasikan Menang Perang Lawan Iran

Internasional
2 hari lalu

Iran Bantah Rencanakan Pembunuhan Trump

Internasional
3 hari lalu

140 Tentara AS Luka Selama Perang Lawan Iran, 8 Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal