Ikuti AS, Bahrain Akui Produk dari Tepi Barat Palestina sebagai 'Made in Israel'

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi produk 'made in Israel'. (Foto: Ist.)

Wasel pun mendesak negara-negara Arab untuk tidak mengimpor produk dari dalam Israel, untuk mencegah barang-barang tersebut merambah pasar Arab untuk memperkuat ekonomi zionis.

Penduduk Palestina yang tidak memiliki kewarganegaraan memiliki impian untuk menciptakan negara merdeka sendiri di Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur. Akan tetapi, masalah pemukiman Yahudi di tanah yang direbut oleh Israel dalam Perang Timur Tengah 1967 telah lama menjadi batu sandungan dalam proses perdamaian yang sekarang buntu.

Sebelumnya, Amerika Serikat juga memutuskan bakal melabeli setiap produk yang diekspor dari permukiman Yahudi di Tepi Barat sebagai buatan Israel alias “made in Israel”. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Mike Pompeo, di tengah kunjungannya ke Yerusalem, 19 November lalu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 hari lalu

Menlu Arrmanatha Tegaskan Sikap RI untuk Kemerdekaan Palestina Tak Berubah

3 hari lalu

Prabowo dan Presiden Mesir Kecam Permukiman Ilegal Israel di Palestina

3 hari lalu

Serangan Houthi ke Bandara Saudi Tewaskan 12 Orang, termasuk Warga AS dan Palestina

3 hari lalu

Profil Andrea Bocelli Penyanyi Dikabarkan Pendukung Israel yang Buta Total sejak Usia 12 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal