Ilmuwan Ini Curiga, 80 Persen Manusia Sebenarnya Tak Mudah Terjangkit Covid-19

Ahmad Islamy Jamil
Ilmuwan Inggris, Profesor Karl John Friston. (Foto: icm-institute.org)

Sebagai contoh, Friston mengatakan, Jerman memiliki angka kematian yang jauh lebih rendah daripada Inggris. Menurutnya, fakta itu terbentuk bukan karena banyaknya pengujian corona atau kebijakan penguncian yang diterapkan pemerintah setempat, melainkan karena “populasi yang rentan” di Jerman jauh lebih kecil.

Sementara, di sisi lain, Friston juga mengakui bahwa dunia masih memerlukan penelitian lebih lanjut, mengingat implikasi pemodelannya masih sangat luas. Jika hipotesisnya benar, pemerintah akan dapat sepenuhnya mempertimbangkan kembali pendekatan-pendekatan untuk mencabut kebijakan lockdown.

Jika benar 80 persen dari populasi dunia tidak dapat terjangkit Covid-19, maka langkah-langkah pembatasan jarak sosial mungkin tidak perlu dilakukan dalam skenario pasca-lockdown. Transportasi umum dapat mulai beroperasi kembali; tempat hiburan dan perhotelan dapat dibuka kembali, dan; kegiatan olahraga dapat dilanjutkan semua orang tanpa risiko besar terjadinya gelombang kedua lonjakan infeksi.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
9 hari lalu

Bos Mafia asal Inggris Steven Lyons Ditangkap di Bali, Ini Perannya

Internasional
9 hari lalu

Lagi, Trump Semprot Inggris-Prancis karena Tolak Bantu Perang Lawan Iran

Health
11 hari lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

Nasional
11 hari lalu

Covid-19 Varian Cicada Diprediksi Sudah Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal