Ilmuwan Percaya, Covid Varian Lambda Paling Berbahaya

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi virus corona penyebab penyakit Covid-19. (Foto: iNews)

Meskipun varian lambda telanjur diklasifikasikan sebagai VOI, para peneliti telah menyoroti potensi varian tersebut untuk menyebabkan epidemi di masa depan. Sementara sampai saat ini, Covid varian delta masih dianggap paling berbahaya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada minggu ini menggambarkan varian delta sama menularnya dengan cacar air. Varian asal India itu juga dapat menyebabkan penyakit parah, demikian New York Times melaporkan, mengutip dokumen internal CDC. Varian delta juga lebih mungkin untuk menembus perlindungan yang diberikan oleh vaksin.

Namun, data CDC menunjukkan, vaksin ternyata masih sangat efektif mencegah penyakit serius, potensi pasien untuk rawat inap, dan kematian pada orang-orang yang sudah divaksinasi. Penelitian baru menunjukkan, orang yang sudah divaksinasi dan kemudian terinfeksi varian delta, membawa sejumlah besar virus di hidung dan tenggorokan, kata Direktur CDC Rochelle Walensky kepada Times.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
17 hari lalu

Pesawat Bawa Turis Asing Jatuh di Situs Arkeologi, 13 Orang Tewas

20 hari lalu

Bak Dokter Gigi, Presiden Brasil Lula Periksa Bos WHO sambil Ngomongin Trump

1 bulan lalu

Gelombang Panas Dahsyat! WHO Peringatkan Eropa Hadapi Minggu-Minggu Mematikan

1 bulan lalu

Ganas! Gelombang Panas Lebih Dahsyat Akan Terjang Eropa, Suhu Capai 43 Derajat Celsius 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal