Ilmuwan Rusia yang Dituduh Bersekongkol dengan China Meninggal 2 Hari usai Ditahan

Ahmad Islamy Jamil
Ilmuwan Rusia, Dmitry Kolker. (Foto: Ist.)

MOSKOW, iNews.id – Dmitry Kolker, ilmuwanRusia yang ditangkap di Siberia beberapa waktu lalu dikabarkan meninggal dunia. Dia sebelumnya ditahan aparat Rusia karena dicurigai berkhianat kepada negara, yakni bersekongkol dengan dinas rahasia China.

Kematian sang ilmuwan diungkapkan oleh pengacaranya, Alexander Fedulov. Menurut dia, kliennya itu ditangkap pekan lalu oleh polisi Rusia, kemudian dibawa ke Penjara Lefortovo, Moskow. Saat ditangkap, Kolker sedang mengidap kanker pankreas stadium empat. 

“Dia meninggal kemarin. Besok kami akan mengajukan keluhan atas penahanannya,” kata Fedulov, Minggu (3/7/2022), seperti dikutip Reuters.

Keluarga Kolker pada pekan lalu mengatakan, ilmuwan itu dibawa petugas Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) dari sebuah rumah sakit di Kota Novosibirsk, Siberia. Padahal, saat itu Kolker tengah sakit keras. Bahkan, selama perawatan di RS, dia harus makan melalui selang (sonde). 

Namun, aparat FSB seakan tidak memedulikan kondisi pasien. Mereka tetap membawa Kolker, dan kemudian menerbangkannya ke Moskow.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
10 jam lalu

China Balas Dendam! Hukum 6 Perusahaan AS

18 jam lalu

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 5 Harley Davidson Bekas Asal China, Ini Penampakannya

7 hari lalu

Alasan Rusia Buru Pendiri Telegram Pavel Durov hingga Terancam Penjara Seumur Hidup

8 hari lalu

Diburu Rusia, Pendiri Telegram Pavel Durov Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal