Ilmuwan Singapura Temukan Varian Baru Hasil Mutasi Virus Corona, Lebih Jinak

Anton Suhartono
Ilmuwan Singapura menemukan varian baru hasil mutasi virus corona (Foto: AFP)

SINGAPURA, iNews.id - Hasil penelitian para Ilmuwan Singapura menemukan varian baru hasil mutasi virus corona atau SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab Covid-19. Penelitian tersebut melibatkan berbagai lembaga di Singapura, seperti Pusat Penyakit Menular Nasional (NCID), Duke-NUS Medical School, dan Badan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Riset Singapura.

Menurut peneliti, sebagaimana diungkapkan dalam jurnal ilmiah The Lancet, varian baru SARS-CoV-2 menyebabkan gejala penyakit lebih ringan dibandingkan jenis pada umumnya.

Pasien yang terinfeksi varian baru SARS-CoV-2 memiliki tingkat kesembuhan lebih baik, memiliki kecenderungan rendah mengalami kekurangan kadar oksigen dalam darah, sehingga tidak banyak dari mereka yang harus menjalani perawatan intensif.

"Hasil kajian ini menyediakan data pertama yang menunjukkan perubahan genetik/mutasi pada SARS-CoV-2 berpengaruh pada tingkat keparahan penyakit yang diderita pasien," kata ilmuwan Duke-NUS Medical School, Gavin Smith, seperti dilaporkan kembali Reuters, Jumat (21/8/2020).

Para peneliti mengungkap hasil temuan ini juga berpengaruh dalam pengembangan vaksin dan obat Covid-19.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Kuliner
15 jam lalu

Singapura Bersedih, Rumah Makan Nasi Padang Tertua Tutup setelah 78 Tahun Beroperasi

Internasional
1 hari lalu

Nah, Trump Sebut Dewan Perdamaian Gaza Bisa Gantikan PBB

Internasional
5 hari lalu

Kanada Sepakat Pangkas Tarif Kendaraan Listrik China Jadi 6,1 Persen

Internasional
8 hari lalu

China Tak Terima Dikaitkan dengan Ambisi Trump Merebut Greenland

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal