Inggris Larang Iklan yang Kaitkan Pandemi Virus Korona dengan Imigran China

Nathania Riris Michico
Seorang pria China (kiri) yang mengenakan masker sebagai tindakan pencegahan virus korona memakan es krim di luar pusat perbelanjaan di Beijing. (FOTO: NICOLAS ASFOURI / AFP)

Vic Smith Beds menyatakan pihaknya tidak berniat bersikap rasis, dan bersikeras bahwa iklannya tidak melambangkan rasisme.

Perusahaan itu menyebut mereka menayangkan iklan ke karyawan-karyawan multikultural dan tidak ada yang menganggap itu sebagai masalah.

Menurut Vic Smith Beds, basis pelanggan mereka adalah multi-etnis sehingga tidak masuk akal jika mereka sengaja menyinggung. Perusahaan itu juga mengklaim ingin menyoroti bahwa tempat tidur mereka dibuat di Inggris dan tidak dikirim dengan kontainer lembab dari China.

"Gambar masker itu dimaksudkan untuk merujuk pada spora dan bau jamur yang dapat berkembang dalam kondisi tersebut," demikian pernyataan mereka, seperti dilaporkan Anadolu, Kamis (12/3/2020).

ASA menyatakan dalam putusannya bahwa iklan itu terlihat dalam konteks yang meluas soal wabah besar yang berkembang akibat virus korona.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
19 jam lalu

Khawatir Serangan Iran, Seluruh Pesawat Pengebom AS Dipindah dari Pangkalan Inggris

24 jam lalu

Deretan Miliarder Baru Lahir dari IPO Tahun Ini, Siapa Saja?

8 hari lalu

Inggris Tetapkan Manchester Jadi Tuan Rumah KTT G20 2027

8 hari lalu

Pangkalan Militer AS di Inggris Nyaris Dibom, Trump Murka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal