“Jika tidak berhasil, kita akan kembali ke aksi militer yang sangat keras,” ujar Trump.
Ancaman terbaru terhadap Iran itu disampaikan menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah ketegangan yang masih membayangi hubungan AS, Israel, dan Iran.
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari dengan alasan menghentikan program nuklir Teheran. Konflik kemudian mereda setelah Pakistan memediasi gencatan senjata pada April.
Selanjutnya, pada 17 Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar untuk melanjutkan perundingan sekaligus mengupayakan penghentian perang secara permanen.
Namun, ketegangan kembali meningkat pada awal Juli akibat perbedaan pendapat mengenai pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu titik paling sensitif dalam hubungan kedua negara.