Insiden di Fasilitas Nuklir Iran, Tak Ada Kebocoran Radiasi maupun Korban

Anton Suhartono
Fasilitas nuklir Natanz Iran (Foto: Twitter)

Pada 2010, virus komputer Stuxnet, yang diyakini secara luas dikembangkan oleh Amerika Serikat dan Israel, terdeteksi digunakan untuk menyabotase Natanz.

Iran dan AS berupaya menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015, JCPOA. Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan yang juga diteken lima negara lainnya pada 2018 lalu, disertai dengan penerapan sanksi baru yang semakin menghancurkan perekonomian Iran. 

Sebagai reaksi terhadap sanksi AS, Iran melanggar kesepakatan dengan memperkaya uranium melebihi batas yang ditentukan.

Presiden Hassan Rouhani, dalam pidato saat peluncuran sentrifugal, menegaskan komitmen negaranya terhadap non-proliferasi nuklir. Peluncuran itu dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Teknologi Nuklir Iran.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
21 jam lalu

Mobil Listrik Terbakar di Tebet Jaksel, 28 Personel Damkar Turun Tangan

1 hari lalu

Kebakaran Landa Gudang Paralon di Tangerang gegara Warga Bakar Sampah

1 hari lalu

Netanyahu Mungkin Serang Iran atau Gaza sebelum Pemilu Israel 27 Oktober

2 hari lalu

Trump Yakin China dan Rusia Tak Bantu Iran Perang Lawan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal