Iran Bersumpah Bikin Pangkalan Militer AS di Timur Tengah seperti Neraka

Anton Suhartono
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengancam akan menjadikan pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah seperti neraka (Foto: Kemhan Iran)

Militer kedua negara terlibat saling serang setelah AS menuduh Iran melanggar nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai dengan menyerang kapal kargo di Selat Hormuz pada Kamis (25/6/2026). Iran berdalih kapal kargo yang diserang menggunakan drone pada Kamis maupun pada Sabtu tak mengantongi izin.

Kantor berita Tasnim melaporkan, Angkatan Laut dan Angkatan Udara IRGC melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain. Tak ada penjelasan rinci mengenai target-target serangan tersebut.

Menurut IRGC, serangan AS ke Iran merupakan pelanggaran gencatan senjata serta bertentangan dengan MoU kedua negara yang diteken Presiden Donald Trump dan Masoud Pezeshkian pada 17 Juni lalu.

Iran juga menegaskan, serangan berkelanjutan militer AS bisa menghentikan proses diplomatik untuk menyelesaikan konflik. AS dan Iran sedang terlibat negosiasi lanjutan untuk mengakhiri konflik secara permanen.

"Pelanggaran gencatan senjata bertentangan dengan ketentuan pertama Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad dan akan menyebabkan penghentian total semua proses diplomatik," bunyi pernyataan IRGC.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Trump Disebut Tawarkan Senjata AS ke Xi Jinping, China Mau Beli?

2 hari lalu

2 Panda Raksasa Tiba di Atlanta usai Pertemuan Trump-Xi Jinping

2 hari lalu

Harga Minyak Dunia Naik Lagi usai Trump Tolak Tawaran Iran Buka Kembali Selat Hormuz

2 hari lalu

Trump Tolak Tawaran Buka Kembali Selat Hormuz, Iran Tetap Buka Pintu Negosiasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal