Iran Janjikan Perang Brutal, Bidik Kapal Induk AS

Anton Suhartono
Iran berjanji akan melakukan perang brutal dan menyerang kapal induk AS. (foto: ist)

“Itu akan membawa kekacauan di kawasan, akan merugikan perekonomian tidak hanya di kawasan tapi juga di AS dan menyebabkan harga minyak dan gas meroket,” ujarnya.

Pemimpin Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian melakukan panggilan telepon untuk membahas upaya yang dilakukan untuk meredakan ketegangan serta membangun stabilitas.

Militer Iran juga mengecam keputusan Uni Eropa yang memasukkan IRGC dalam daftar teroris dengan menyebutnya tidak logis, tidak bertanggung jawab, dan didorong oleh dendam.

Iran juga menuduh blok tersebut bertindak lebih disebabkan kepatuhan terhadap AS dan Israel.

Para pejabat Iran menuduh dua negara musuh bebuyutannya itu sebagai biang kerok aksi protes anti-pemerintah yang rusuh, membajak demonstrasi damai yang dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jet-Jet Tempur Israel Gentayangan di Negara-Negara Tetangga, Iran Beri Peringatan Keras

57 tahun lalu

Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel: Tarik Seluruh Pasukan dari Lebanon Tanpa Syarat

57 tahun lalu

Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapatkan Perdamaian Permanen

57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal