Iravani menegaskan, resolusi tersebut sarat kepentingan politik dan justru menghukum pihak yang menurutnya menjadi korban serangan.
“Mereka berusaha untuk memberi penghargaan kepada agresor dan menghukum korban melalui resolusi yang bias dan bermotif politik,” ujarnya.
Dia juga memperingatkan bahwa jika resolusi tersebut disahkan, langkah itu akan merusak kredibilitas dan legitimasi Dewan Keamanan PBB di mata dunia.
“Jika diadopsi, itu akan mencoreng kredibilitas dan reputasi Dewan Keamanan. Jika diadopsi, agresor, Israel dan Amerika Serikat, akan diberi penghargaan dan terdorong untuk melakukan agresi lebih lanjut,” tuturnya.