Iran Peringatkan Prancis: Menghina Nabi Muhammad Memicu Kekerasan dan Pertumpahan Darah

Arif Budiwinarto
Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengecam keras penerbitan kartun Nabi Muhammad di Prancis. (foto: AFP)

TEHERAN, iNews.id - Presiden Iran, Hassan Rouhani, memperingatkan bahwa menghina Nabi Muhammad dapat mendorong aksi "kekerasan dan pertumpahan darah." Pernyataan keras Rouhani merespons penerbitan kartun Nabi Muhammad di Prancis.

Penerbitan kembali kartun Nabi Muhammad dilakukan oleh majalah satir Prancis, Charlie Hebdo pada Agustus lalu. Hal itu dengan cepat memantik kontroversi luas di luar Prancis terutama di negara-negara mayoritas beragama Islam.

Sebab, dalam Islam menggambarkan Nabi Muhammad menyerupai makhluk apapun merupakan bentuk penistaan.

Oktober ini, seorang guru sejarah tewas dengan cara mengenaskan setelah menjadikan kartun Nabi Muhammad bahan diskusi untuk mata pelajaran kebebasan berekspresi. Tewasnya Samuel Paty makin memanaskan ketegangan Prancis dengan negara-negara Islam.

Pernyataan Macron memicu kemarahan Muslim dunia

Pernyataan Presiden Emmanuel Macron yang mengatakan negara tidak akan memberikan ruang bagi aksi teror serta akan menjamin kebebasan berekspresi dan berpendapat, artinya penggambaran kartun Nabi Muhammad tidak dilarang.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
23 jam lalu

Demo Besar-besaran Pelajar di Prancis Ricuh, 1.900 Orang Ditangkap

4 hari lalu

Iran Tunggu Jawaban AS soal Proposal Terbaru Pembukaan Selat Hormuz

4 hari lalu

Ancaman Keras Iran: Jika Kami Tak Bisa Jual Minyak, Negara Lain Juga

4 hari lalu

Iran Ancam Serang Infrastruktur Negara-Negara Timur Tengah jika Digempur AS Lagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal