Daftar tersebut mencakup nama lengkap korban tewas, nama depan ayah, serta enam digit terakhir nomor identitas nasional yang terdiri atas 10 digit. Namun daftar tersebut tidak menyebutkan di mana, kapan, bagaimana, atau oleh siapa mereka dibunuh.
Sejak dirilisnya daftar tersebut, banyak warga Iran meramaikan media sosial untuk melaporkan hilangnya anggota keluarga.
Pada Selasa (3/2/2026) malam, pemerintah merilis situs web diperuntukkan bagi warga untuk melaporkan nama-nama anggota keluarga yang hilang. Warga juga didesak untuk melaporkan setiap pelanggaran, termasuk permintaan uang oleh pihak berwenang untuk menerima jenazah orang yang mereka cintai.
Pemerintah Iran secara konsisten menolak semua laporan tentang pelanggaran yang dilakukan pasukan pemerintah, termasuk penggerebekan rumah sakit dan penangkapan petugas medis karena membantu para demonstran.