TEHERAN, iNews.id - Iran menunjukkan sikap semakin percaya diri menghadapi potensi konflik terbuka dengan Amerika Serikat (AS). Ancaman terbaru Presiden AS Donald Trump justru dibalas Teheran dengan pernyataan keras, yakni kesiapan militernya setelah memetik pelajaran penting dari serangan Israel dan AS pada 2025.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya tidak gentar menghadapi tekanan dan ancaman militer dari Washington.
Araghchi mengungkapkan kepercayaan diri Iran saat ini tidak lepas dari pengalaman pahit namun krusial saat menghadapi serangan militer Israel selama 12 hari pada Juni 2025. Dalam periode tersebut, Iran juga diserang AS yang menargetkan tiga fasilitas nuklir utama.
Menurut Araghchi, konflik itu menjadi titik balik penting bagi strategi pertahanan Iran maupun serangan balik.
“Pelajaran berharga yang dipetik dari perang 12 Hari memungkinkan kami untuk membalas dengan lebih kuat, cepat, dan dalam,” katanya, dalam pernyataan di media sosial X, seperti dilaporkan Al Jazeera.
Dia melanjutkan, militer Iran berada dalam kondisi siaga penuh dan siap merespons setiap agresi dengan cepat dan keras.
“Angkatan bersenjata kami yang gagah berani telah siap, dengan jari-jari mereka di pelatuk, untuk segera dan dengan keras merespons setiap agresi terhadap darat, udara, dan laut kami tercinta,” tuturnya.