Ghalibaf menegaskan Iran tidak takut dengan tindakan apa pun yang dilakukan AS. Menurut dia, Teheran justru tengah mempersiapkan langkah-langkah baru untuk menghadapi tekanan Washington.
"Kami hadir di medan pertempuran dengan segenap kekuatan dan akan menghadapi mereka dengan kejutan-kejutan baru," kata Ghalibaf kepada parlemen, seperti dikutip Anadolu, Senin (5/10/2026).
Dia menambahkan Iran juga tetap menggunakan jalur diplomasi untuk memperjuangkan kepentingannya.
"Kami juga menggunakan sarana diplomasi untuk menegaskan keunggulan di bidang militer serta memperjuangkan hak-hak rakyat Iran," ujarnya.
Konflik Iran dan AS yang berlangsung sejak 28 Februari hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Negosiasi kedua negara juga belum memiliki kepastian kapan akan kembali digelar.