Meski demikian, sejauh ini belum ada laporan mengenai pengerahan pasukan darat AS ke Iran sejak perang pecah pada 27 Februari.
Satu-satunya misi pasukan AS yang disebut dalam laporan adalah operasi penyelamatan dua jet tempur F-15 yang jatuh pada April.
Sayembara Tangkap Pasukan AS
Hatami juga mengatakan, siapa pun yang menangkap atau membunuh tentara AS akan menerima imbalan besar.
"Siapa pun yang membunuh atau menangkap serta menyerahkan personel militer Amerika yang melakukan invasi akan menerima imbalan setara dengan 30.000 dolar atau 5 miliar toman dari Angkatan Darat Republik Islam Iran," ujar Hatami.
Menurut dia, sayembara tersebut dibuat setelah banyak pihak menyatakan kesediaan menyumbang uang mereka untuk memberi hadiah kepada orang yang berhasil menangkap atau membunuh tentara AS.
Iran bahkan menjanjikan hadiah lebih besar bagi perempuan yang berhasil menjalankan misi tersebut. Peserta perempuan akan memperoleh hadiah dua kali lipat, yakni sekitar 60.000 dolar AS.
Namun, Hatami tidak menjelaskan secara rinci kapan dan di mana sayembara tersebut berlaku. Tidak disebutkan pula batas wilayah yang menjadi lokasi penangkapan atau pembunuhan tentara AS.