Israel Bunuh 357 Warga Selama Gencatan Senjata, Pemerintah Gaza Desak Trump Bertindak

Anton Suhartono
Pemerintah Gaza mengecam tindakan militer Israel yang membunuh sedikitnya 357 warga sipil selama gencatan senjata (Foto: AP)

GAZA, iNews.id - Pemerintah Gaza mengecam keras tindakan militer Israel yang membunuh sedikitnya 357 warga sipil selama gencatan senjata yang telah berlangsung sejak 10 Oktober 2025.

Selain jumlah korban tewas yang terus bertambah, 903 warga lainnya luka-luka akibat rangkaian serangan udara, artileri, serta penembakan langsung yang dilakukan pasukan Zionis di berbagai wilayah Jalur Gaza sejak 10 Oktober.

Serangan Berlanjut meski Gencatan Berlaku

Menurut laporan Kantor Media Pemerintah Gaza, Israel tetap melancarkan serangan menggunakan drone, jet tempur, dan senjata ringan selama periode gencatan senjata. 

Pemerintah Gaza menyebut sebagian besar korban tewas adalah perempuan dan anak-anak. Selain itu, 38 warga dilaporkan ditahan secara sewenang-wenang oleh tentara Israel selama periode yang seharusnya damai tersebut.

Tuduhan Kejahatan Sistematis dan Pelanggaran Konvensi Jenewa

Dalam pernyataan resminya, Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut aksi-aksi militer Israel selama gencatan senjata sebagai “kejahatan sistematis” yang bertujuan memperluas kehancuran dan menerapkan hukuman kolektif terhadap penduduk Gaza.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
10 jam lalu

Pemilu AS, Trump Pede Partai Republik Menang di DPR dan Senat

13 jam lalu

Israel Siaga Tinggi Jelang Peringatan 3 Tahun Serangan Hamas

14 jam lalu

Gedung Putih Luruskan Pernyataan Trump soal Iran Bisa Hancurkan Los Angeles

16 jam lalu

Begini Skenario Profesor Matematika Israel Bantai dan Usir Ribuan Orang Arab

16 jam lalu

Trump Klaim Iran Tertekan Sanksi AS: Perang Segera Berakhir!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal