Israel Genting, PM Netanyahu Bakal Wajibkan Yahudi Ultra-Ortodoks Perang Lawan Hamas

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu akan mengajukan RUU untuk mewajibkan warga Yahudi ultra-Ortodoks berperang melawan Hamas (Foto: Reuters)

Koalisi pemerintahan Netanyahu, termasuk dua partai ultra-Ortodoks, beralasan pengecualian kelompok ekstrem Yahudi itu dari kewajiban perang bertujuan untuk menjaga prinsip atau keyakinan. Mereka sengaja dijauhkan dari militer karena berpotensi bisa bersinggungan dengan pemahaman atau nilai-nilai konservatif. 

Masalah ini memicu protes di kalangan Yahudi ultra-Ortodoks yang populasinya 13 persen dari total 10 juta penduduk Israel. Warga ultra-Ortodoks diperkirakan terus bertambah mencapai 19 persen pada 2035. 

Penolakan mereka untuk ikut dalam perang telah memicu perpecahan berkepanjangan di kalangan masyarakat Israel.

Penghapusan wajib militer terhadap komunitas Yahudi ultra-Ortodoks menyebabkan mereka tak bisa mendapat pekerjaan. Oleh karena itu mereka hanya menjadi beban pemerintah dan pembayar pajak kelas menengah yang sekuler.

Selain Yahudi ultra-Ortodoks, warga keturunan Arab juga dikecualikan dari wajib militer. Populasi mereka di Israel mencapai 21 persen dari total penduduk.

Wajib militer diterapkan kepada pria dan wanita Israel yang sudah memasuki usia 18 tahun. Pria menjalani wajib militer selama 32 bulan, sementara wanita 24 bulan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

JK Respons Dewan Perdamaian Bentukan Trump: Terpenting Hentikan Perang di Gaza

Internasional
8 jam lalu

Setelah Iran, Giliran Israel dan AS Gelar Latihan Perang di Laut Merah

Internasional
1 hari lalu

Israel Akhirnya Buka Perbatasan Rafah Gaza-Mesir, tapi...

Nasional
2 hari lalu

Indonesia Kutuk Keras Serangan Israel ke Gaza: Langgar Gencatan Senjata!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal