Israel Siap Terima Usulan Perdamaian dari AS, Palestina Tegas Menolak

Anton Suhartono
Mahmoud Abbas (kiri) saat bertemu Benjamin Netanyahu pada 2019 (Foto: AFP)

YERUSALEM, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu siap menerima konsep ekonomi sebagai bagian usulan perdamaian Timur Tengah dari Amerika Serikat (AS) secara adil dan terbuka. Di kesempatan terpisah, Presiden Palestina Mahmoud Abbas secara tegas menolak usulan tersebut.

Tim Donald Trump akan meluncurkan konsep ekonomi untuk perdamaian Israel-Palestina yang baru pada pekan ini dalam sebuah konferensi di Bahrain. Konsep ekonomi ini diharapkan bisa merangsang aktivitas perekonomian di Palestina dan kawasan. Sementara konsep politik dari rencana perdamaian tersebut akan diluncurkan di kemudian hari.

"Kami akan mendengar rencana Amerika itu dengan adil dan terbuka. Saya tidak bisa mengerti bagaimana orang-orang Palestina, bahkan sebelum mereka mendengar rencana itu, langsung menolaknya," kata Netanyahu, mengomentari penolakan Palestina, dikutip dari Reuters, Senin (24/6/2019).

"Berdasarkan perjanjian perdamaian apa pun, posisi kami adalah bahwa kehadiran Israel harus berlanjut di sini, untuk keamanan Israel dan semua," kata Netanyahu, lagi.

Israel merebut Lembah Yordan dan Dataran Tinggi Golan dalam perang Arab-Israel. Negara Yahudi itu mencaplok wilayah-wilayah tersebut, langkah yang tak pernah diakui komunitas internasional.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
6 jam lalu

Dilantik Pakai Alquran di Stasiun Tua, Zohran Mamdani Resmi Jabat Wali Kota New York

Internasional
13 jam lalu

Negara Barat Kecam Israel Larang Puluhan Lembaga Kemanusiaan Internasional Beroperasi di Gaza

Internasional
13 jam lalu

Israel Larang 37 Lembaga Kemanusiaan Internasional Beroperasi di Gaza, Warga Semakin Menderita

Internasional
14 jam lalu

Netanyahu dan Trump Dilaporkan Bahas Kemungkinan Serangan Jilid 2 ke Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal