Jam Kiamat Berdetak Lagi, 85 Detik Menuju "Tengah Malam"

Anton Suhartono
Jam kiamat kembali berdetak, Selasa (27/1), 85 detik menuju tengah malam (Foto: AP)

"Pemahaman global yang telah susah payah dicapai sedang runtuh," bunyi pernyataan Buletin Ilmuwan Atom.
 
Kondisi tersebut melemahkan kerja sama internasional yang penting untuk mengurangi risiko eksistensial.

Presiden dan CEO Buletin Ilmuwan Atom Alexandra Bell memperingatkan tentang situasi berbahaya ini. 

"Apa yang kita lihat sekarang merupakan krisis ganda dari semua ancaman ini yang datang bersamaan dengan kepemimpinan yang sangat buruk, kurangnya keberanian dari para pemimpin seluruh dunia," ujarnya, di Carnegie Endowment for International Peace, Washington DC.

Namun dia mengingatkan, semua orang bisa berperan memutar kembali jam ke posisi lebih jauh dari "kiamat". 

Bell mengajak semua orang untuk memainkan peran seraya mendesak para pemimpin dunia mereka melakukan tindakan yang mengurangi ancaman kehancuran dunia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
4 hari lalu

Dahsyat! Kerugian Rata-Rata akibat Bencana Alam Global Capai Rp8.000 Triliun Setiap Tahun

6 hari lalu

Trump Sebut AS Segera Serang Gunung Pickaxe, Fasilitas Nuklir Tersembuyi Iran

26 hari lalu

Korban Tewas Banjir Jepang Jadi 9 Orang, Sebagian Terjebak di Mobil yang Tenggelam

1 bulan lalu

Istana Sebut Teknologi Nuklir Hasil Riset BRIN untuk Energi hingga Kesehatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal