Jepang Tutup Semua Sekolah untuk Cegah Korona, Orangtua Bingung Titipkan Anak

Anton Suhartono
Keiko Kobayashi membawa anaknya ke tempat kerja setelah pemerintah meliburkan sekolah terkait virus korona (Foto: AP)

Di negara di mana pengasuh anak merupakan pekerjaan langka, masalah ini akan lebih berat dirasakan bagi para single parent.

Kobayashi masih mempelajari berbagai pilihan, termasuk menitipkan anaknya ke day care umum atau memilih bekerja dari rumah.

"Tapi jika saya bekerja dari rumah, putra saya akan sering menonton televisi TV dan jika saya tidak mendampinginya akan banyak hal tidak diinginkan terjadi," katanya, seraya menambahkan kondisi itu akan mengganggunya untuk fokus bekerja.

Rekan Kobayashi yang juga memiliki anak, Sachiko Aoki, meragukan efektivitas penutupan sekolah karena kemungkinan infeksi di kalangan anak-anak sangat kecil.

"Jujur, saya ragu apakah penutupannya bisa efektif," kata Aoki, seraya mengaku enggan mengirim anaknya ke fasilitas penitipan karena meragukan kebersihan dan bebas virus.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
14 jam lalu

Perjalanan Cinta Jerome Polin dan Gracia Caroline, dari Adik Kelas di Jepang hingga Segera Menikah

15 jam lalu

Profil Gracia Caroline, Calon Istri Jerome Polin yang Punya Segudang Prestasi!

4 hari lalu

KAI Segera Impor 23 KRL Bekas dari Jepang, Atasi Kekurangan Kereta

6 hari lalu

Mantan Bintang Arsenal Terancam 5 Tahun Penjara Gegara Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal