Menurut Scholz, Berlin akan memasok Kiev dengan 1.000 senjata antitank dan 500 rudal permukaan-ke-udara Stinger dari saham Bundeswehr. “Invasi Rusia ke Ukraina menandai titik balik. Adalah tugas kami untuk melakukan yang terbaik untuk mendukung Ukraina dalam mempertahankan diri melawan tentara invasi Putin (Presiden Rusia Vladimir Putin),” ungkap Scholz di Twitter, akhir pekan lalu.
Berlin juga menyetujui pengiriman 400 RPG dari Belanda dan permintaan Estonia untuk meneruskan howitzer GDR lama ke Ukraina. Finlandia membeli howitzer itu pada dekade 90-an, setelah runtuhnya Tembok Berlin. Helsinki kemudian menjual kembali senjata itu ke Estonia.