Jika Tak Segera Reformasi, Lebanon Dianggap Hilang oleh Komunitas Internasional

Arif Budiwinarto
Ledakan besar di Pelabuhan Beirut awal Agustus ini memperburuk situasi dalam negeri Lebanon yang dilanda krisis ekonomi dan energi. (foto: AFP)

BEIRUT, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis, Jean-Yves Le Drian, mendesak Lebanon segera membentuk pemerintahan baru untuk menjalankan agenda reformasi. Jika tidak, Lebanon akan dianggap tidak ada.

Pemerintahan Lebanon bubar setelah sejumlah beberapa menteri dan Perdana Menteri, Hassan Diab, mengundurkan diri setelah ledakan besar mengguncang Beirut--ibu kota Lebanon--pada awal Agustus ini.

Ledakan yang menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai setidaknya 5.000 orang diklaim sebagai salah satu indikasi ketidakmampuan para pejabat negara dan juga politikus korup mengendalikan jalannya pemerintahan.

Terlebih, insiden tersebut terjadi di tengah krisis ekonomi dan energi yang melanda negara Teluk itu sejak awal 2020. Prancis yang selama dua tahun terakhir membujuk Lebanon melakukan reformasi menyarankan segera dibentuk pemerintahan baru.

Jika situasinya tidak berubah ke arah perbaikan dalam waktu dekat dikhawatirkan Lebanon tidak akan masuk dalam daftar bantuan pemulihan ekonomi dari komunitas internasional.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
8 hari lalu

Brutal! Serangan Israel ke Lebanon Tewaskan Penyiar Berita Stasiun TV

Internasional
11 hari lalu

Prancis Ungkap Alasan Tolak Undangan Trump Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Nasional
11 hari lalu

Prabowo Tiba di Tanah Air usai Kunjungi Inggris, Swiss dan Prancis

Nasional
12 hari lalu

Momen Macron Gunakan Bahasa Indonesia saat Sambut Prabowo di Prancis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal