Jika Tak Segera Reformasi, Lebanon Dianggap Hilang oleh Komunitas Internasional

Arif Budiwinarto
Ledakan besar di Pelabuhan Beirut awal Agustus ini memperburuk situasi dalam negeri Lebanon yang dilanda krisis ekonomi dan energi. (foto: AFP)

"Komunitas internasional tidak mau menandatangani cek kosong jika mereka (otoritas Lebanon) tidak menerapkan reformasi. Mereka harus melakukannya dengan cepat, karena risiko hari ini adalah hilangnya Lebanon," kata Menlu Le Drian dikutip dari Reuters, Kamis (27/8/2020).

Prancis menjadi negara pertama yang menawarkan bantuan pemulihan ekonomi pascaledakan besar di Beirut. Bahkan, Presiden Prancis Emmanuel Macron langsung bertolak ke Beirut sehari setelah insiden terjadi.

Macron ingin memastikan bantuan Prancis tidak akan jatuh ke tangan politisi korup Lebanon. Sayangnya, kemajuan pemulihan dalam negeri Lebanon berjalan lambat dan beberapa diplomat semakin frustasi atas situasi tersebut. Macron rencananya akan kembali ke Beirut pada 1 September mendatang.

"Ini menjadi tanggung jawab otoritas Lebanon. Mereka terlatih dan kompeten, tetapi mereka telah membuat konsensus di antara mereka sendiri untuk tidak bertindak," lanjut Le Drian.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
13 jam lalu

Brutal! Pasukan Israel Ledakkan Panti Jompo di Lebanon

4 hari lalu

Militer Israel Tertekan! Amunisi 30 Tahun Habis dalam 3 Tahun untuk Perang, Ribuan Tank Rusak

5 hari lalu

Perang Brutal, Tentara Israel Gunakan Amunisi untuk 30 Tahun hanya dalam 3 Tahun

8 hari lalu

Horor! Gelombang Panas di Eropa Renggut 30.000 Nyawa Lebih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal