Joe Biden Cabut Sanksi untuk Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional yang Diterapkan Trump

Anton Suhartono
Joe Biden (Foto: Reuters)

Blinken menambahkan, AS mendorong berbagai reformasi untuk membantu ICC agar memprioritaskan sumber daya dalam mencapai misi intinya, yaitu sebagai benteng terakhir dalam menghukum dan mencegah kejahatan perang.

ICC menyambut baik langkah AS tersebut.

"Saya percaya keputusan ini menandakan dimulainya fase baru dari upaya bersama untuk melawan impunitas," kata Silvia Fernandez de Gurmendi, presiden majelis negara anggota.

Pemerintahan Trump pada 2020 menuduh ICC melanggar kedaulatan negaranya karena mengizinkan penyelidikan kejahatan perang terhadap pasukan AS. Sanksi pun dijatuhkan pada September 2020 terhadap staf pengadilan, termasuk Bensouda, yakni dengan pembekuan aset dan larangan masuk. Amerika Serikat bukan anggota ICC.

Mengomentari sanksi tersebut, ICC menyebutnya sebagai serangan terhadap keadilan internasional dan supremasi hukum.

Setelah itu Menlu Mike Pompeo menentang penyelidikan atas dugaan kejahatan perang di Wilayah Otoritas Palestina, termasuk oleh pasukan Israel.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Terungkap, Masih Ada Bom AS di Fasilitas Nuklir Iran yang Belum Meledak

Internasional
2 hari lalu

Posting-an Video Barack Obama Bertubuh Monyet, Trump: Bukan Salah Saya!

Internasional
2 hari lalu

Trump Puas Negosiasi Nuklir dengan Iran: Mereka Siap Capai Kesepakatan!

Internasional
2 hari lalu

Trump Dilaporkan Gelar Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal