Joe Biden Disebut Ingin Lengserkan Vladimir Putin lewat Konflik Ukraina

Anton Suhartono
Joe Biden disebut mengharapkan Vladimir Putin lngser (Foto: Reuters)

AS dan Uni Eropa menerapkan beberapa putaran sanksi ekonomi terhadap Rusia setelah invasi ke Ukraina pada Februari lalu.  Selain itu, AS menyetop impor minyak dan gas Rusia. Uni Eropa secara bertahap juga mengurangi pasokan energi Rusia. 

Beberapa negara Eropa bahkan sudah tak mendapat pasokan sama sekali lantaran menolak membayar energi Rusia menggunakan mata uang rubel, seperti diminta Moskow. Bukan hanya itu, sanksi yang diterapkan juga berdampak pada pemeliharaan jaringan pipa gas ke Eropa, padahal sekitar 40 persen kebutuhan Uni Eropa masih bergantung pada Rusia.

Di sisi lain, Rusia diperkirakan akan mendapat keuntungan penjualan gas berlipat ganda tahun ini.

Lebih lanjut Gabbard juga mengkritik pemerintahan Joe Biden yang terus mengirim senjata ke Ukraina. Langkah itu bertolak belakang dengan moralitas. Dia juga curiga Biden menghendaki perubahan rezim di Rusia alias ingin menggulingkan Vladimir Putin dari konflik ini.

"Ini bukan tentang rakyat Ukraina atau melindungi demokrasi. Ini tentang perubahan rezim di Rusia dan memanfaatkan perang ini untuk memperkuat NATO serta memberi makan industri militer," tuturnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
10 jam lalu

Trump Ubah Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, Kanada Protes

3 hari lalu

Trump Kirim Proposal Perjanjian Nuklir AS-Saudi ke Kongres, Syaratnya Harus Berdamai dengan Israel

3 hari lalu

Nah, AS Bersedia Batalkan Operasi Ekonomi terhadap Iran asal Selat Hormuz Dibuka Total

3 hari lalu

Pengadilan AS Larang Lelang 100 Lebih Benda Peninggalan Kapal Titanic, Kenapa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal