Joe Biden Sebut Vladimir Putin Pembunuh, Rusia Desak AS Minta Maaf

Anton Suhartono
Joe Biden (Foto: Reuters)

MOSKOW, iNews.id - Rusia mendesak Amerika Serikat meminta maaf setelah Presiden Joe Biden menyebut Vladimir Putin sebagai pembunuh.

Wakil Ketua Majelis Tinggi Rusia Konstantin Kosachyov mengatakan, jika AS tak meminta maaf mungkin akan menerima pembalasan.

Dia menegaskan komentar Biden itu tak bisa diterima dan membuat hubungan kedua negara semakin memburuk. Padahal, Rusia berharap kebijakan AS ikut berubah seiring pergantian kepemimpinan yang baru.

Pernyataan itu disampaikan Biden dalam wawancara dengan ABC News. Biden menjawab 'saya yakin' saat ditanya pembawa acara apakah dia yakin Putin seorang pembunuh.

Biden juga menggambarkan Putin sebagai sosok yang tidak memiliki jiwa serta berjanji akan membayar atas dugaan campur tangan Rusia dalam Pilpres AS 2020 untuk memenangkan Donald Trump. Tuduhan itu dibantah Rusia.

Setelah pernyataan itu, Rusia memanggil duta besarnya di Washington DC untuk berkonsultasi seraya mengancam mengenai masa depan hubungan kedua negara.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Terungkap, Masih Ada Bom AS di Fasilitas Nuklir Iran yang Belum Meledak

Internasional
2 hari lalu

Posting-an Video Barack Obama Bertubuh Monyet, Trump: Bukan Salah Saya!

Internasional
2 hari lalu

Trump Puas Negosiasi Nuklir dengan Iran: Mereka Siap Capai Kesepakatan!

Internasional
2 hari lalu

Trump Dilaporkan Gelar Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal