Junta Militer Myanmar Ingin Dekati Negara Arab untuk Pulangkan Muslim Rohingya

Djairan
Pemerintahan junta militer ingin mendekat ke AS serta meminta bantuan negara-negara Arab untuk memulangkan pengungsi muslim Rohingya (Foto: Reuters)

NAYPYITAW, iNews.id - Junta militer Myanmar berniat mempererat hubungan dengan Amerika Serikat (AS) setelah dijatuhi berbagai sanksi dari pemerintahan Joe Biden. Selain itu mereka ingin menggandeng negara-negara Arab, terutama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, terkait pengungsi muslim Rohingya.

Berbeda dengan pemerintahan sebelumnya, militer Myanmar ingin menjauhkan diri dari China dan dekat ke Barat.

Seorang pelobi Israel-Kanada yang kini dipekerjakan oleh junta militer Myanmar, Ari Ben Menashe, mengatakan para jenderal junta ingin mengambil pendekatan berbeda. Sebelumnya, pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dinilai terlalu dekat dengan pemerintahan China.

“Ada dorongan kuat untuk lebih dekat ke Barat dan AS, sebagai sikap yang berlawanan dari sebelumnya. Jenderal militer Myanmar tidak ingin jadi ‘boneka China’," kata Ben Menashe, dikutip dari Reuters, Minggu (7/3/2021).

Pria yang merupakan mantan pejabat intelijen militer Israel itu dikontrak oleh jenderal Myanmar untuk membantu berkomunikasi dengan AS dan negara lain. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran

57 tahun lalu

Arab Saudi Terbitkan Paket Visa Elektronik untuk Pelancong Indonesia, Apa Itu?

57 tahun lalu

Kesaksian Pilot Jet Tempur F-15 AS: Drone-Drone Iran seperti Ranjau Darat

57 tahun lalu

AS Berhenti Serang Iran, Trump Beri Instruksi Lanjutkan Perundingan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal