Junta Militer Myanmar Sebut Kelompok Oposisi sebagai Teroris

Umaya Khusniah
Aksi protes anti-militer yang terjadi di Yangon, Myanmar. (Foto: Reuters)

NAYPYIDAW, iNews.id - Junta MiliterMyanmar menyebut rivalnya, Pemerintah Persatuan Nasional atau National Unity Government (NUG) sebagai teroris. Mereka dituduh bersalah atas aksi bom, pembunuhan dan pembakaran yang terjadi di negara tersebut.

Pernyataan ini disampaikan kepada media setempat. Junta militer menyatakan, pengeboman terjadi setiap hari dan milisi-milisi lokal sengaja dibentuk untuk menghadapi tentara. 

Akibatnya, protes anti-junta militer terus bergulir. Aksi serangan yang dilakukan para penentang junta militer telah melumpuhkan ekonomi.

NUG dinilai beroperasi secara tertutup dan menggambarkan tentara sebagai kekuatan teroris. Mereka bahkan mengumumkan akan membentuk Angkatan Pertahanan Rakyat atau People's Defence Force. 

"Tindakan mereka menyebabkan begitu banyak terorisme di banyak tempat. Ada bom, kebakaran, pembunuhan dan ancaman yang menghancurkan mekanisme administrasi pemerintah," kata pengumuman itu seperti dikutip Reuters.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
2 hari lalu

Teken Kerja Sama, Rusia Akan Kirim Kosmonaut Myanmar ke Luar Angkasa

31 hari lalu

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Ciamis, Aktif Sebarkan Materi Radikalisme

1 bulan lalu

2 WNI Disandera di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

1 bulan lalu

Viral 2 WNI Diduga Disekap hingga Diperas Rp220 Juta di Myanmar, Polri Turun Tangan

1 bulan lalu

500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal