Junta Niger Batalkan Pakta Militer dengan Prancis, Setop Hubungan Diplomatik dengan AS

Ahmad Islamy Jamil
Komandan Paspampres Niger, Jenderal Abdourahmane Tchiani, mendeklarasikan diri sebagai pemimpin baru negara itu setelah menggulingkan Presiden Mohamed Bazoum, Juli lalu. (Foto: AP)

NIAMEY, iNews.id – Pemberontak di Niger yang kini berkuasa setelah menggulingkan Presiden Mohamed Bazoum, mengecam beberapa pakta militer yang pernah dibuat negara mereka dengan Prancis. Kini, mereka pun memutuskan untuk membatalkan perjanjian tersebut.

“Menghadapi sikap ceroboh Prancis dan reaksinya terhadap situasi (di Niger), Dewan Nasional Perlindungan Tanah Air memutuskan untuk membatalkan perjanjian kerja sama di bidang keamanan dan pertahanan dengan negara ini,” demikian pernyataan junta yang dibacakan oleh salah satu pemberontak dalam siaran televisi lokal, seperti dikutip kembali AFP, Kamis (3/8/2023).

Dewan Nasional Perlindungan Tanah Air adalah nama yang disematkan pemberontak kepada pemerintahan (junta) yang mereka bentuk pascapenggulingan Bazoum. Dewan itu juga berjanji untuk merespons setiap sikap agresif yang ditunjukkan oleh Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS).

“Setiap agresi atau upaya agresi terhadap Negara Niger akan mendapat tanggapan segera dan tanpa pemberitahuan dari Pasukan Pertahanan dan Keamanan Niger pada salah satu anggota (ECOWAS), dengan pengecualian negara-negara sahabat yang ditangguhkan,” kata pemberontak lagi.

Para pemimpin kudeta di Niger juga telah mengakhiri mandat duta besar untuk sejumlah negara, termasuk AS. “Fungsi duta besar luar biasa dan berkuasa penuh Republik Niger untuk Prancis, Nigeria, Togo, dan Amerika Serikat dihentikan,” kata pernyataan itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer yang Kita Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!

57 tahun lalu

Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei

57 tahun lalu

Iran Peringatkan AS-Israel Tak Menyerang Prosesi Pemakaman Khamenei: Akan Kami Balas!

57 tahun lalu

Terungkap, AS Sempat Desak Israel Tak Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal