Jurnalis Senior Tolak Tampil Berjilbab, Presiden Iran Tak Mau Diwawancarai

Maria Christina Malau
Jurnalis senior, Christiane Amanpourdi batal mewawancarai Presiden Iran Ebrahim Raisi setelah dia menolak berjilbab dalam sesi wawancara di New York, Amerika Serikat. (Foto: Twitter Christiane Amanpourdi)

Cuitan Amanpour, jurnalis Inggris-Iran itu untuk mengenakan jilbab disambut dengan pujian luas oleh sejumlah kalangan.

"Bagus untuk @amanpour. Hari-hari di mana para pejabat Iran mengharuskan wartawan dan pejabat perempuan untuk mengenakan jilbab untuk wawancara dan pertemuan harus berakhir," tweet Karim Sadjadpour, seorang analis kebijakan Iran-Amerika di Carnegie Endowment yang berbasis di DC, dalam komentarnya.

Bahman Kalbasi, koresponden New York dan UN untuk BBC Persia, menyampaikan hal serupa: "Raisi tidak muncul untuk wawancara setelah Christiane Amanpour menolak mengenakan jilbab rezim. Presiden rezim Iran tampaknya berpikir dia bisa mengenakan jilbab di NYC juga. #MahsaAmini.”

Presiden Iran Ebrahim Raisi sebelumnya berulang kali ditanya tentang kematian Amini selama briefing dengan wartawan pada Kamis pagi. Para pejabat Iran awalnya mencoba membatasi hanya pada topik negosiasi kesepakatan nuklir Iran dengan barat.

Raisi mengulangi klaim resminya sebelumnya bahwa Amini meninggal karena serangan jantung atau stroke saat dalam tahanan. Dia pun mengatakan kematian serupa dalam tahanan terjadi juga di AS dan Inggris.

Setidaknya 31 orang tewas dalam enam hari protes sejak kematian Mahsa Amini. Kematian Amini mengundang kemarahan warga terutama para perempuan Iran. Mereka ramai-ramai turun ke jalan membakar jilbab mereka dan memotong rambut. Banyak pula menyebarkan video aksi serupa lewat media sosial. 

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
20 jam lalu

Keluarga Berharap Jurnalis iNews Yudistiro dan 4 Wartawan Lain Selamat usai Hilang Kontak

21 jam lalu

Terungkap! Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Hantam Beberapa Jet Tempur AS

24 jam lalu

Lagi, Trump Ancam Hancurkan Gunung 'Nuklir' Iran

1 hari lalu

Netanyahu Klaim Kepemimpinan Iran di Ambang Keruntuhan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal