Jutaan Warga Depresi akibat Perang Gaza, Israel Kekurangan Terapis dan Psikolog

Anton Suhartono
Dua tahun setelah perang Gaza pecah, Israel menghadapi krisis kesehatan mental terbesar dalam sejarah modern negara itu (Foto: Reuters)

TEL AVIV, iNews.id - Dua tahun setelah perang Gaza pecah pada Oktober 2023, Israel menghadapi krisis kesehatan mental terbesar dalam sejarah modernnya. Hampir 2 juta warga, termasuk tentara aktif dan cadangan, dilaporkan membutuhkan dukungan psikologis mendesak. 

Namun jumlah terapis, psikolog, dan tenaga kesehatan mental jauh dari cukup untuk menangani gelombang trauma yang terus meningkat.

Laporan terbaru dari surat kabar Israel Yedioth Ahronoth menggambarkan kondisi yang memburuk dengan cepat: masyarakat yang selama ini dikenal solid dan resilien kini justru berada di ambang kelelahan emosional.

Lonjakan Trauma dan Kekacauan Sosial

Para ahli menyebut perang berkepanjangan telah merusak sendi-sendi sosial Israel. Krisis mental tak hanya menimpa warga sipil, tapi juga tentara yang kembali dari garis depan Gaza.

“Sebagian besar penduduk yang selama ini menunjukkan kekuatan luar biasa kini tertekan dan depresi setelah 2 tahun perang. Situasinya jauh lebih parah dari sebelumnya,” ujar psikolog klinis, Merav Roth, dikutip Selasa (25/11/2025).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
23 jam lalu

Netanyahu Sebut Musuh-Musuh Akan Serang Israel Jelang Pemilu Oktober

1 hari lalu

Uni Emirat Akhirnya Akui Netanyahu Temui Presiden Sheikh MBZ di Abu Dhabi, Ini yang Dibahas

2 hari lalu

Netanyahu Diam-Diam Berkunjung ke Uni Emirat Arab Bertemu MBZ, Ada Apa?

2 hari lalu

Menteri Radikal Israel Smotrich Kembali Jadi Sorotan, Serukan Perang di Tepi Barat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal