Kampanye Pemilu, PM Narendra Modi Dikecam karena Sebut Muslim India Penyusup

Anton Suhartono
Narendra Modi melontarkan pernyataan yang membuat marah umat Islam dan partai oposisi saat kampanye pemilu, menyebut Muslim penyusup (Foto: Reuters)

KPU India belum menanggapi seruan Kongres tersebut.

Pernyataan kontroversial itu disampaikan Modi saat kampanye pada Minggu (21/4/2024), memicu kecaman luas. Dalam pidatonya,
Modi mengatakan partainya setuju dengan pernyataan Perdana Menteri Manmohan Singh di Kongres pada 2006 bahwa minoritas Muslim harus berbagi sumber daya yang mereka miliki. Sumber daya itu akan dikelola untuk kemudian dibagikan lagi kepada "penyusup".

Partai berkuasa yang dipimpin Modi, Bharatiya Janata Party (BJP) dan organisasi afiliasinya sering menyebut Muslim yang melintasi perbatasan dari Pakistan sebagai penyusup.

BJP juga kerap mengkritik umat Islam karena memiliki tingkat kelahiran yang tinggi, memicu kekhawatiran bahwa populasi Muslim di India akan melampaui umat Hindu.

Jumlah Muslim di India diperkirakan 200 juta jiwa dari total 1,42 miliar penduduk, terbesar ketiga di dunia setelah Pakistan dan Indonesia

Berdasarkan undang-undang pemilu India, KPU punya wewenang untuk memerintahkan suatu partai atau pemimpinnya untuk merespons aduan, memberikan peringatan atau melarang berkampanye untuk jangka waktu tertentu. Bahkan KPU bisa mengajukan tuntutan pidana terhadap pelaku yang berulang kali melakukan pelanggaran.

Pemilu India berlangsung selama 7 pekan dimulai pada 19 April dan akan berakhir pada 1 Juni. Hasilnya akan diumumkan pada 4 Juni.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
10 jam lalu

ICW Sebut Kampanye Berbasis Pertemuan Bisa Kurangi Biaya Politik Mahal, Baliho Tak Efektif Sajikan Visi Misi

10 jam lalu

KPU Tetapkan 7 November 1953 Jadi Hari Lahir, Klaim Sudah Dibahas Bersama Pakar Sejarah

2 hari lalu

Ribut gegara Uang Kembalian Tiket, Kondektur Perempuan Tewas Didorong dari Bus Ngebut 

3 hari lalu

Abdul El Sayed Muslim Pertama Jadi Senator AS, Tuduhan Ekstremis Islam Tak Mempan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal